Minggu, 11 November 2018

8 brand lokal milik musisi indonesia

1) Racerkids - Eno NTRL







Eno NTRL, drummer group band NTRL yang beraliran rock alternatif ini tahu betul tentang gaya berpakaian yang sering dipakai oleh komunitas musik atau anak band. Hal itu tercermin dari merek clothing lokal bernama Racerkids yang bergaya kasual atau streetwear. Aneka macam pakaian dengan desain-desain terbaru Racerkids sangat menggambarkan ciri khas anak muda yang penuh dengan dinamika.



2) Sunday Sunday - Dochi Sadega









Nama Dochi Sadega mencuat dan populer berkat kiprahnya sebagai vokalis dan bassist group bandPee Wee Gaskins (PWG). Penampilan Dochi Sadega di atas panggung acapkali diperhatikan oleh para penggemarnya. Hal itu membuatnya beripikir untuk membuat clothing brand sendiri bernama Sunday Sunday yang kemudian mendapat apresiasi yang positif dari konsumen. Produk-produk terbaru Sunday Sunday dapat dibeli secara online lewat media sosial Instagram maupun toko offline saat ada bazaar/pop market atau di distro-distro tertentu.





3) Rumble Jrx Superman is Dead





Bali merupakan salah satu pulau terindah di Indonesia. Tak Hanya itu,Bali juga melahirkan banyak musisi danseniman yang sukses di kancah internasional. Salah satu diantaranya yang sangat populer di era sekarang adalah Superman is Dead.

Bicara tentang Superman is Dead, ada fakta unik tentang band punk rock yang satu ini. Ternyata, selain aktif manggung keliling Indonesia, masing-masing dari personel band ini juga memiliki core business di bidang lain.

Salah satunya Jerinx (Jrx). Pada tahun 2010, ia bergabung dengan temannya, Adi (pemain bass dari Rockabilly The Hidrant) untuk ikut merintis usaha clothing line bernama Rumble. Jrx tertarik bergabung dengan Rumble karena menurutnya Rumble benar-benar mencerminkan diri Jerinx sebagai anak muda yang urakan, bebas dan rock n’roll.

Awalnya Jrx terinspirasi untuk membuka clothing line karena merasa prihatin dengan selera clothing line lokal di Bali pada waktu itu yang mainstream, cenderung menjiplakdan monoton.Jrx yang sejak kecil senang menggambar, kemudian pada tahun 2004 mencoba untuk membuat sebuah clothing line dengan nama Lonely King.

Pada waktu itu Jrx mengangkat tema film-film noir dan kultur geng motor dan mobil tua. Namun sayangnya Lonely King hanya bertahan selama 3 tahun. Penyebab utamanya adalah karena saat itu Jrx terlalu sibuk mengurus SID dan belum memiliki tim yang solid.

Kemudian tanpa sengaja Jrx ndilalah melihat karya desain kaos Adi bermerk Rumble di facebook. Setelah menerima banyak usulan dan pertimbangan matang, akhirnya Jrx pun menawarkan diri untuk bergabung dan membuka Rumble store di Bali. Adi pun dengan senang hati menerima tawaran dari Jrx. Hingga saat ini, Rumble memiliki beberapa cabang di Bali dan luar bali.


4) Unionwell David Bayu

Diawali dengan penjualan produknya melalui online pada tahun 2013, bisnis clothing line milik David Naif ini semakin menancapkan jati dirinya.

Setelah membuka toko di Jalan Progo 1 Bandung, David dengan brand Unionwellnya yang nyentrik tidak hanya menjual kaos distro saja. Di toko itu, Unionwell juga dilengkapi dengan kedai kopi dan koleksi motor klasik beserta aksesorisnya.

Dengan desain orisinil yang dibuat secara manual dari handmade, produk Unionwell milik David pun kian ramai diminati segmennya. Bahkan peminatnya pun mulai merambah ke mancanegara seperti Amerika,Inggris, Australia dan Perancis.

Sebagai public figure, keberadaan David menjadi magnet tersendiri. Dengan kaos yang bertemakan motor klasik ini, reputasi dan popularitasnya membuat Unionwell dapat dikenal pasarnya dengan cepat.


5) Crnvl Afgan















CRNVL adalah brand distro clothing linemilik seorang penyanyi pop muda berbakat asal Indonesia, Afgansyah Reza. Alumni Universitas Indonesia yang kerap dipanggil Afgan ini mencoba berbisnis clothing line bersama temannya, Nunu.

Pada awal pembentukannya di tahun 2010, brand khusus cowok ini sebelumnya diberi bernama Carnival. Nama Carnival sendiri diambil dari kata “Karnaval”, yang berarti suatu atraksi yang bisa menghibur dan membuat orang lain gembira.

Dari makna ini juga diharapkan CRNVL bisa membawa suatu kebahagiaan dan kebanggaan bagi orang-orang yang memakai produk-produknya. Selain kaos, CRNVL juga menyediakan produk lain berupa kemeja, jogger pants, jaket dan lain-lain.





6) Tsi Tantri Kotak



Bekerjasama dengan beberapa desainer muda, Tantri Kotak merambah dunia bisnis clothing line melalui brand TSI Cloth. Dengan konsep yang ekslusif, harga jual untuk setiap kaos produksi merknya dibandrol dengan harga 200 ribu hingga 300 ribu rupiah per itemnya.

Hal ini tak lain sebagai bentuk apresiasinya kepada produknya. Ia berpendapat bahwa setiap produk TSI Cloth yang diluncurkan adalah karya seni yang sangat bernilai dan sudah seharusnya mendapatkan harga yang layak.

Untuk tema desain clothing line, vokalis Kotak yang bernama asli Tantri Syailindri Ichlasari ini lebih memilihdesain yang sederhana dan kasual. Hal ini pun sejalan dengan passion dan seleranya.

Selain dipasarkan dengan cara konsinyasi pada beberapa distro di Jakarta, TSI Cloth juga dijual secara online melalui jaringan media sosial milik Tantri dan teman-teman dekatnya.


7) Shining Bright Tarra


Sadar jika hidup tak selamanya bergantung pada dunia hiburan, salah satu trendsetter Indonesia, Tarra Budiman mengaku harus mempersiapkannya. Kini Tarra menjalankan bisnis clothing line dengan nama Shining Bright. Dalam proses membangun brand tersebut, Tarra bahkan terlibat langsung sebagai konseptor utamanya.

Tarra mulai membangun Shining Brand pada akhir tahun 2012. Pada brand tersebut, Tarra berperan sebagai konseptor. Sedangkan untuk executor, ia mempercayakan tim kreatifnya sebagai visualisator sekaligus pengawas produksi.

Mantan personel Olga n Friends tersebut mengatakan, bahwa clothing linenya itu memiliki ciri khas yang jarang terdapat di kompetitornya.

Ciri khasnya adalah pada tiap desain yang ia buat selalu memiliki cerita masing-masing. Misalnya, lilin untuk menerangi kegelapan, atau mawar sebagai lambang kasih sayang.

Selain itu, kelebihan produk Shining Bright yang lain adalah dengan dijual secara terbatasMenurut Tarra, tak sedikit penggemarnya yang sangat antusias dengan karyanya ini.Sementara jika menilik dari segi harga, Tarra mengaku kalau busana yang dijual di lini pribadinya itu sangatlah terjangkau. Tarra membanderol kaos produksi brandnya dengan harga 100 ribu sampai dengan 225 ribu rupiah.


8) Anomali Ahmad Dhani



Seperti tak ingin kalah dengan selebriti dan musisi lainnya yang mulai terjun ke dunia bisnis distro / clothing line. Musisi multitalenta yang telah melahirkan sejumlah penyanyi-penyanyi baru ini juga mencoba berbisnis dengan membuat brand clothing line tersendiri. Ia membuat sebuah brand dengan nama Anomali.

Bisnis clothingline dari punggawa Republik Cinta Manajemen ini sudah didirikan pada tahun 2013 bersama penggemarnya di Yogyakarta. Pada Awalnya, bisnis ini hanya menerima penjualan via online di Kaskus.

Ahmad Dhani mengusung brand Anomali sebagai representasi ciri khas dirinya. Bahkan pada sebuah acara di salah satu televisi swasta, Dhani sempat disebut sebagai Mr. Anomali. Logo Anomali yang didirikan oleh Ahmad Dhani mengusung desain api dan segitiga.

Selain itu, label buatannya memiliki ciri khas dengan warna hitam yang dipadu dengan berbagai macam desain, mulai dari yang sederhana hingga fullprint. Mulai dari kaos pendek hingga panjang pun tersedia dalam kaosnya. Hal ini pula yang menjadi daya tarik tersendiri hingga brand tersebut tak henti-hentinya digandrungi anak muda yang ingin bergaya layaknya seorang rock star.
Ketenaran seseorang memang tak ada yang bisa mempediksi sampai kapan akan bertahan. Merencakan masa depan dengan membangun bisnis fashion merupakan salah satu jalan yang ditempuh oleh para selebriti terkenal. Popularitas menjadi kelebihan tersendiri bagi sang selebriti dalam menjalankan bisnisnya dan dapat menunjang pemasaran. Namun demikian, membangun bisnis membutuhkan lebih dari sekadar popularitas agar bisa langgeng dan diterima dengan baik oleh khalayak.

10 brand lokal yang dimiliki artis di indonesia

Fashion merupakan dunia yang banyak digemari oleh kalangan karena menghadirkan beragam model busana dan pakaian yang selalu berganti-ganti. Hal itu tentu merupakan peluang yang bisa dijadikan ladang bisnis bagi para pengusaha. Tak terkecuali para artis, selebriti maupun musisi terkenal Indonesia yang mencoba peruntungan bisnis di bidang fashion.

Artis atau selebiti merupakan public figure yang sangat dikenal oleh masyarakat berkat sering tampilnya mereka di media. Kepopuleran tersebut menjadi berkah tersendiri bagi sang selebriti yang bisa menghasilkan pundi-pundi uang. Meski mereka telah menuai kesuksesan namun hal itu tidak membuat mereka lantas berpuas diri. Tak sedikit para artis yang terjun ke dunia bisnis fashion dengan mengusung private label dan clothing line sendiri.


Apakah hal itu merupakan aji mumpung di kala popularitas mereka sedang meroket? Bisa jadi para selebriti melihat peluang untuk mendapatkan keuntungan dalam bisnis fashion dengan memanfaatkan ketenaran mereka. Namun ada alasan yang logis bahwa bisnis fashion yang mereka jalankan adalah sebagai investasi masa depan mengingat kepopuleran dalam dunia entertainment tidak bertahan selamanya. Alasan lain yaitu para selebriti menjadikan bisnis fashion sebagai media untuk mengekspresikan diri.

Bagi penggemar fashion, kehadiran private label yang dimiliki oleh selebriti menjadi daya tarik tersendiri untuk dikoleksi. Produk-produk fashion milik selebiriti mempunyai ciri khas masing-masing yang mewakili jati diri sang pemilik label tersebut. Melihat potensi yang dimilikinya, selebriti tak segan-segan menonjolkan namanya yang sedang terkenal untuk mendongkrak fashion brand agar lebih mudah dikenal dan memiliki nilai komersial yang tinggi.

Kita ambil contoh misalnya Luna Maya yang mengangkat private label bernama Luna Habit. Contoh lain misalnya fashion brand lokal bernama RA Jeans dari Raffi Ahmad, Zaskia Sungkar milik Zaskia Sungkar, Hippearce yang dipunyai oleh Pevita Pearce atau Meccanism kepunyaan Zaskia Adya Mecca. Meski demikian, ada juga produk fashion yang tidak menonjolkan nama sang artis tapi memiliki tema dan konsep tertentu. Misalnya, merek clothing distro Shining Bright milik Tarra Budiman atau Sunday Sunday kepunyaan Dochi Sadega.

Merek Fashion Lokal Milik Selebriti Indonesia


1) RA Jeans - Raffi Ahmad


daftar merek brand pakaian baju milik artis selebritis terkenal populer favorit koleksi katalog lengkap uptodate baru terkini toko online shop ecommerce marketplace grosiran eceran kualitas super original kw harga mahal murah jaket kemeja kaos tshirt sepatu topi aksesoris outfit of the day ootd kekinian ngehits keren kece

Sering tampilnya di layar televisi sebagai presenter membuat Raffi Ahmad dikenal oleh banyak orang dan memiliki penggemar. Hal itu menjadi kelebihan bagi Raffi Ahmad yang coba dituangkan lewat clothing line miliknya bernama RA Jeans. Merek fashion lokal ini menghadirkan aneka produk fashionuntuk pria dan wanita seperti jeans, kaos, kemeja, celana, jaket, hoodiesweater, tunik, dan dress dengan model-model yang selalu update.

2) Luna Habit - Luna Maya


daftar merek brand pakaian baju milik artis selebritis terkenal populer favorit koleksi katalog lengkap uptodate baru terkini toko online shop ecommerce marketplace grosiran eceran kualitas super original kw harga mahal murah jaket kemeja kaos tshirt sepatu topi aksesoris outfit of the day ootd kekinian ngehits keren kece

Kesibukan Luna Maya di dunia entertainment tak membuatnya kehilangan ide bisnis. Ia membangun bisnis fashion yang dirintis sejak tahun 2014 dengan nama Luna Habit. Dalam bisnisnya, ia tak hanya berperan sebagai owner tapi juga sebagai creative director yang mengarahkan konsep pada setiap desain-desain pakaian yang diluncurkannya. Luna Habit mengandalkan media sosial dan websitesebagai media untuk memasarkan produk-produk terbarunya.

3) Zaskia Sungkar - Zaskia Sungkar


daftar merek brand pakaian baju milik artis selebritis terkenal populer favorit koleksi katalog lengkap uptodate baru terkini toko online shop ecommerce marketplace grosiran eceran kualitas super original kw harga mahal murah jaket kemeja kaos tshirt sepatu topi aksesoris outfit of the day ootd kekinian ngehits keren kece

Berawal dari minatnya yang besar di bidang fashion, Zaskia Sungkar mendirikan private label sendiri bernama Zaskia Sungkar. Clothing line milik artis Zaskia Sungkar ini menawarkan beragam pakaian muslim yang sesuai dipakai oleh para muslimah atau wanita pada umunya. Produk-produk Zaskia Sungkar meliputi dress, hijab, kaftanouterwearskirt, dan pakaian atasan. Sebagai selebriti terkenal, Zaskia Sungkar kerapkali menggunakan busana muslim hasil produksinya sendiri saat tampil di depan publik. Hal itu membuat private label miliknya cepat dikenal khalayak dan bisnisnya berkembang pesat.

Baca juga: 15 Merek Sepatu Cowok dan Cewek Buatan Indonesia Asli yang Trendy 

4) Damn! I Love Indonesia - Daniel Mananta


daftar merek brand pakaian baju milik artis selebritis terkenal populer favorit koleksi katalog lengkap uptodate baru terkini toko online shop ecommerce marketplace grosiran eceran kualitas super original kw harga mahal murah jaket kemeja kaos tshirt sepatu topi aksesoris outfit of the day ootd kekinian ngehits keren kece

Cari kaos merek lokal milik artis yang nge-trend saat ini? Fashion brand lokal ini pasti sudah tidak asing lagi bagi kamu yang mengikuti perkembangan trend fashion di tanah air ini, Damn! I Love Indonesia. Adalah Daniel Mananta, artis dan presenter yang kondang berkat menjadi VJ MTV, yang berusaha mengangkat rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap bangsa Indonesia lewat produk-produknya. Kata "Damn" itu sendiri diambil dari nama Daniel Mananta dengan menambahkan slogan "I Love Indonesia".

5) Meccanism - Zaskia Adya Mecca


daftar merek brand pakaian baju milik artis selebritis terkenal populer favorit koleksi katalog lengkap uptodate baru terkini toko online shop ecommerce marketplace grosiran eceran kualitas super original kw harga mahal murah jaket kemeja kaos tshirt sepatu topi aksesoris outfit of the day ootd kekinian ngehits keren kece

Terkenal berkat kiprahnya di dunia entertainment sebagai aktris dan pemain sinetron, Zaskia Adya Mecca mencoba mengembangkan bisnis hijab fashion dengan nama Meccanism. Gerai dan butik fashion Meccanism yang dapat ditemukan di beberapa kota seperti Jakarta, Yogyakarta, dan Makassar menghadirkan aneka macam pakaian muslim seperti hijab bergo, hijab shawl, hijab syar'i,blousetopscardi, pants, skirt, mukena, dan aksesoris dengan beragam pilihan model dan warna.

6) Shining Bright - Tarra Budiman


daftar merek brand pakaian baju milik artis selebritis terkenal populer favorit koleksi katalog lengkap uptodate baru terkini toko online shop ecommerce marketplace grosiran eceran kualitas super original kw harga mahal murah jaket kemeja kaos tshirt sepatu topi aksesoris outfit of the day ootd kekinian ngehits keren kece

Sadar bahwa kariernya di dunia hiburan tidak berlangsung selamanya, Tarra Budiman mencoba peruntungan dengan mendirikan clothing line bernama Shining Bright. Artis yang dikenal sebagai presenter televisi ini ikut terjun langsung sebagai konseptor utama pada desain-desain pakaian yang diluncurkan dengan bantuan tim kreatifnya. Aneka model pakaian seperti kaos, jaket, topi, hoodiesweatshirt yang update dapat kamu temukan di online shop.




Baca juga: 17 Tas Branded Paling Lux yang Jadi Primadona Wanita

7) Hippearce - Pevita Pearce


daftar merek brand pakaian baju milik artis selebritis terkenal populer favorit koleksi katalog lengkap uptodate baru terkini toko online shop ecommerce marketplace grosiran eceran kualitas super original kw harga mahal murah jaket kemeja kaos tshirt sepatu topi aksesoris outfit of the day ootd kekinian ngehits keren kece

Sebagai artis muda yang dikenal lewat film layar lebar, Pevita Pearce mengasah jiwaentreprenuership-nya dengan membuat private label bernama Hippearce. Nama Hippearce merupakan gabungan dari kata "hippies" dan "Pevita Pearce". Bisa ditebak dari namanya, bahwa fashion brand ini menawarkan beragam aksesoris seperti anting, gelang, kalung, cincin, maupun tas yang bernuansa hippies.

8) Shandy Aulia - Shandy Aulia Collection


daftar merek brand pakaian baju milik artis selebritis terkenal populer favorit koleksi katalog lengkap uptodate baru terkini toko online shop ecommerce marketplace grosiran eceran kualitas super original kw harga mahal murah jaket kemeja kaos tshirt sepatu topi aksesoris outfit of the day ootd kekinian ngehits keren kece

Shandy Aulia, aktris pemeran film ini merintis bisnis fashion dengan nama Shandy Aulia Collection yang menawarkan beragam busana untuk wanita. Konsep yang diusung oleh fashion brand ini yaitu menonjolkan sisi feminin dan elegan pada setiap produk-produk terbaru yang ditawarkan Shandy Aulia Collection. Produk-produk fashion Shandy Aulia Collection meliputi pakaian atasan untuk wanita seperti blouse dan dress serta pakaian bawahan seperti short dan pants.

9) Jedar - Jessica Iskandar


daftar merek brand pakaian baju milik artis selebritis terkenal populer favorit koleksi katalog lengkap uptodate baru terkini toko online shop ecommerce marketplace grosiran eceran kualitas super original kw harga mahal murah jaket kemeja kaos tshirt sepatu topi aksesoris outfit of the day ootd kekinian ngehits keren kece clothing line distro lokal indonesia

Tidak mau ketinggalan dengan artis terkenal lainnya, Jessica Iskandar menjual berbagai macam model pakaian yang selalu update dengan label Jedar. Jedar diambil dari nama Jessica Iskandar yang juga merupakan panggilan akrabnya. Fashion brand ini lahir dari keinginan untuk mengekspresikan diri lewat beragam busana untuk wanita maupun pria yang bergaya kasual. Produk-produk fashion Jedar untuk wanita seperti celana jeans, celana army, jaket, coatsweatercardigan, dan blazer. Ada pula pakaian atas seperti kaos, kemeja, blouse, dan macam-macam dress misalnya longdressmididress, dan minidress.

10) Racerkids - Eno NTRL


daftar merek brand pakaian baju milik artis selebritis terkenal populer favorit koleksi katalog lengkap uptodate baru terkini toko online shop ecommerce marketplace grosiran eceran kualitas super original kw harga mahal murah jaket kemeja kaos tshirt sepatu topi aksesoris outfit of the day ootd kekinian ngehits keren kece clothing line distro lokal indonesia

Eno NTRL, drummer group band NTRL yang beraliran rock alternatif ini tahu betul tentang gaya berpakaian yang sering dipakai oleh komunitas musik atau anak band. Hal itu tercermin dari merek clothing lokal bernama Racerkids yang bergaya kasual atau streetwear. Aneka macam pakaian dengan desain-desain terbaru Racerkids sangat menggambarkan ciri khas anak muda yang penuh dengan dinamika.

Profil: Peter Says Denim (Produk Indonesia yang Mendunia)

Bicara mengenai dunia fashion mungkin tak lepas dari yang namanya pakaian, denim , topi, ataupun barang-barang yang berguna bagi dunia fashion. Untuk yang satu ini, rakyat Indonesia boleh lah bangga dengan brand yang satu ini, kenapa? Karena brand yang dimiliki oleh Peter Firmansyah, brand pria asal  Sumedang 4 Februari 1984 yakni Peter Says Denim (PSD) mampu membawa nama Indonesia ke dunia Internasional lewat denim atau jeans.



Peter Says Denim merupakan brand asal kota Bandung yang berdiri sejak bulan November 2008 dan pemiliknya adalah Peter Firmansyah. Pria asal Sumedang ini sejak SMA memang gemar untuk mengubek-ubek pakaian di pedangang kaki lima, tapi sekarang pria ini sudah berhasil membuat brand sendiri, dan terkenal di Luar Negeri.


Brand baginya adalah Brand yang keren itu pasti laku di pasaran, tapi kalau brand itu laku belum tentu keren, ujar peter Firmansyah.
Tak butuh waktu relatif lama. Semua itu mampu dicapai Peter hanya dalam waktu 1,5 tahun sejak ia membuka usahanya pada November 2008. Kini, jins, kaus, dan topi yang menggunakan merek Petersaysdenim, bahkan, dikenakan para personel kelompok musik di luar negeri.
Sejumlah kelompok musik itu seperti Of Mice & Man, We Shot The Moon, dan Before Their Eyes, dari Amerika Serikat, I am Committing A Sin, dan Silverstein dari Kanada, serta Not Called Jinx dari Jerman sudah mengenal produksi Peter. Para personel kelompok musik itu bertubi-tubi menyampaikan pujiannya dalam situs Petersaysdenim. Untuk Band Lokal sendiri yang berhasil di endorse band semacam Rocket Rockers, Saint Loco.
Hasrat Peter terhadap busana bermutu tumbuh saat ia masih SMA. Peter yang selesai SMA lalu dia menjadi  pegawai toko pada tahun 2003 di surfing industry yang membuat produk seperti Rip Curl, Volcom, Globe, hingga Rusty. Dia kenal dengan banyak konsumennya dari kalangan berada dan sering kumpul-kumpul. Ia kerap melihat teman-temannya mengenakan busana mahal.
”Saya hanya bisa menahan keinginan punya baju bagus. Mereka juga sering ke kelab, mabuk, dan ngebut pakai mobil, tapi saya tidak ikutan. Lagi pula, duit dari mana,” ujarnya.
Peter melihat, mereka tampak bangga, bahkan sombong dengan baju, celana, dan sepatu yang mereka dipakai. Harga celana jins saja, misalnya, bisa Rp 3 juta.
”Perasaan bangga seperti itulah yang ingin saya munculkan kalau konsumen mengenakan busana produk saya,” ujarnya.
Peter kecil akrab dengan kemiskinan. Sewaktu masih kanak-kanak, perusahaan tempat ayahnya bekerja bangkrut sehingga ayahnya harus bekerja serabutan. Peter pun mengalami masa suram. Orangtuanya harus berutang untuk membeli makanan.
Pernah mereka tak mampu membeli beras sehingga keluarga Peter hanya bergantung pada belas kasihan kerabatnya.
Waktu itu kondisi ekonomi keluarga sangat sulit. Saya masih duduk di bangku SMP Al Ma’soem, Kabupaten Bandung,” kata Peter
Sewaktu masih SMA, Peter terbiasa pergi ke kawasan perdagangan pakaian di Cibadak, yang oleh warga Bandung di pelesetkan sebagai Cimol alias Cibadak Mall, Bandung. Di kawasan itu dia berupaya mendapatkan produk bermerek, tetapi murah. Cimol saat ini sudah tidak ada lagi. Dulu terkenal sebagai tempat menjajakan busana yang dijual dalam tumpukan.
Selepas SMA, ia melanjutkan pendidikan ke Universitas Widyatama, Bandung. Namun, biaya masuk perguruan tinggi dirasakan sangat berat, hingga Rp 5 juta. Uang itu pemberian kakeknya sebelum wafat. Tetapi, tak sampai sebulan Peter memutuskan keluar karena kekurangan biaya. Ia berselisih dengan orangtuanya—perselisihan yang sempat disesali Peter—karena sudah menghabiskan biaya besar.
Ia benar-benar memulai usahanya dari nol. Pendapatan selama menjadi pegawai toko disisihkan untuk mengumpulkan modal. Di sela-sela pekerjaannya, ia juga mengerjakan pesanan membuat busana. Dalam sebulan, Peter rata-rata membuat 100 potong jaket, sweter, atau kaus. Keuntungan yang diperoleh antara Rp 10.000- Rp 20.000 per potong.
”Gaji saya hanya sekitar Rp 1 juta per bulan, tetapi hasil dari pekerjaan sampingan bisa mencapai Rp 2 juta, he-he-he…,” kata Peter
Penghasilan sampingan itu ia dapatkan selama dua tahun waktu menjadi pegawai toko hingga 2005.
Pengalaman pahit juga pernah dialami Peter. Pada tahun 2008, misalnya, ia pernah ditipu temannya sendiri yang menyanggupi mengerjakan pesanan senilai Rp 14 juta. Pesanannya tak dikerjakan, sementara uang muka Rp 7 juta dibawa kabur. Pada 2007, Peter juga mengerjakan pesanan jins senilai Rp 30 juta, tetapi pemesan menolak membayar dengan alasan jins itu tak sesuai keinginannya.
”Akhirnya saya terpaksa nombok. Jins dijual murah daripada tidak jadi apa-apa. Tetapi, saya berusaha untuk tidak patah semangat,” ujarnya.
Belajar menjahit, memotong, dan membuat desain juga dilakukan sendiri. Sewaktu masih sekolah di SMA Negeri 1 Cicalengka, Kabupaten Bandung, Peter juga sempat belajar menyablon. Ia berprinsip, siapa pun yang tahu cara membuat pakaian bisa dijadikan guru.
”Saya banyak belajar sejak lima tahun lalu saat sering keliling ke toko, pabrik, atau penjahit,”
Ia juga banyak bertanya cara mengirim produk ke luar negeri. Proses ekspor dipelajari sendiri dengan bertanya ke agen-agen pengiriman paket.
Sejak 2007, Peter sudah sanggup membiayai pendidikan tiga adiknya. Seorang di antaranya sudah lulus dari perguruan tinggi dan bekerja. Peter bertekad mendorong dua adiknya yang lain untuk menyelesaikan pendidikan jenjang sarjana. Ia, bahkan, bisa membelikan mobil untuk orangtuanya dan merenovasi rumah mereka di Jalan Padasuka, Bandung.
”Kerja keras dan doa orangtua, kedua faktor itulah yang mendorong saya bisa sukses. Saya memang ingin membuat senang orangtua,” katanya. Jika dananya sudah mencukupi, ia ingin orangtuanya juga bisa menunaikan ibadah haji.
Merek Petersaysdenim berasal dari Peter Says Sorry, nama kelompok musik. Posisi Peter dalam kelompok musik itu sebagai vokalis. Dia mengetahui mengenai jeans dan dia tahu apa yang di butuhin oleh anak band. Keuntungan dari sikap keras kepala dan penguasaan dia akan jeans dan musik semakin mempermudah dia untuk mengembangkan produk PSD
”Saya sebenarnya bingung mencari nama. Ya, sudah karena saya menjual produk denim, nama mereknya jadi Petersaysdenim,” ujarnya tertawa
Awalnya dia cuma memproduksi 60 jeans dengan harga di atas 500.000, dalam perjalanan setahun pertama usahanya belum bisa mendapatkan untung, lalu dia memulai untuk mempromosikan produknya dan memutar uangnya untuk produksi.
Untuk mempromosikan brand produknya, Peter Firmasnyah memanfaatkan internet dengan cara memanfaatkan fungsi jejaring sosial di internet, seperti Facebook, Twitter, dan surat elektronik untuk promosi dan berkomunikasi dengan pengguna Petersaysdenim.
“Lihat saja time line twitter @petersaydenim pasti ratusan tweet tiap harinya”, ujar peter
Strategi lain yang bisa dilakukan Peter adalah dengan meng- endorse band-band lokal maupun internasional. Band-band yang di endorse memang bukan band nomer satu, tapi inovasi yang dilakukan Peter itu patut mendapat apresiasi. Bahkan menjadi inspirasi brand yang lain untuk melakukan hal yang sama, berkat inovasinya itu penjualannya pun semakin meningkat. Kepandaian bergaul dan sedikit kemampuan marketing membuat brand PSD pun semakin berkibar.
Ini merupakan salah satu kebanggan bagi masyarakat Indonesia, untuk bangga terhadap produk lokal, serta menjadi pembelajaran bagi para generasi muda yang ingin membuka peluang usaha dalam mengembangkan industri konveksi untuk berkaca pada seorang Peter Firmansyah yang sukses dengan Brandnya yang dirintis mulai dari nol hingga seperti sekarang.
PETER SAYS DENIM
Twitter: @petersaydenim
Jl. Sido Mulyo no.25
Sukaluyu, Bandung 40123
West Java – Indonesia
+6222.2501662 / +6222.2501627